Facebook Facebook Facebook Facebook

Backup dan Restore pada Ponsel Android

Meskipun mulai stagnan di akhir tahun 2011, harus diakui bahwa Android merupakan sistem operasi mobile dengan pertumbuhan yang termasuk sangat cepat.

Di Indonesia sendiri, pasar Android juga relatif cepat bertumbuh, walaupun market share-nya masih kalah dengan BlackBerry. Namun, setidaknya Android cukup berhasil mencuri perhatian banyak orang dan bahkan menimbulkan rasa penasaran untuk mencobanya. 

Tak heran, banyak yang kemudian membeli ponsel berbasis Android sebagai ponsel kedua atau ketiga. Bahkan, tak sedikit pula yang rela menggantikan posisi ponsel utamanya dengan ponsel berbasis Android. Apalagi hal ini didukung oleh tarif operator yang murah dengan aneka bonus.

Saat hanya menggunakan satu ponsel, terkadang ada hal-hal tertentu yang dilewatkan begitu saja oleh pemiliknya. Backup terhadap nomor kontak misalnya. Mengapa begitu? Ya, karena semua dilakukan hanya di satu ponsel. 

Penambahan nomor ponsel kenalan baru dilakukan di ponsel yang itu, pembaruan/perubahan (update) nomor teman lama yang berganti operator dilakukan di ponsel yang sama juga. Jadi, seolah hal ini tampak aman-aman saja karena semua langsung termutakhirkan.

Pengguna ponsel sering kurang sadar bahwa begitu ponselnya hilang, otomatis hilang pula seluruh nomor kontak relasi yang tersimpan.

Selain itu, ketika mulai menggunakan dua-tiga ponsel, kadang kesadaran untuk melakukan backup nomor kontak baru tumbuh. Saat satu ponsel kehabisan daya baterai, padahal ada keperluan untuk mengontak seseorang, pemanggilan dilakukan dengan ponsel yang lain. 

Nah, saat itu baru kita sadar bahwa di ponsel itu, nomor kontak orang yang akan dipanggil tidak ada. Kejadian seperti inilah yang kemudian mendorong seseorang untuk melakukan backup terhadap data nomor kontak agar siap di-restore kembali, baik ke ponsel yang sama maupun ke ponsel lain.

Tapi mungkin jauh sebelum terjadi kasus seperti di atas, sudah ada usaha untuk melakukan backup dan restore.
Ketika ratusan bahkan ribuan nomor kontak yang ada di ponsel pertama akan disalin ke ponsel kedua, seseorang pasti akan segera memutar otak, mencari cara yang paling mudah dan cepat untuk melakukannya. Sudah jelas tidak mungkin dia akan memasukkan data nomor kontak yang berjumlah ratusan itu satu per satu.

Terkait dengan Android yang sudah disebut-sebut di awal tulisan tadi, maka ketika Anda hendak bermigrasi ke Android, entah itu sebagai ponsel utama atau ponsel “cadangan”, strategi backup dan restore data nomor kontak pastilah akan diperlukan.

Proses backup dan restore ternyata tidak hanya bermanfaat untuk nomor kontak saja, tetapi juga untuk hal lain seperti SMS, data, dan aplikasi. Nah, kami akan membeberkannya untuk Anda, bagaimana melakukan itu semua (khususnya di ponsel berbasis Android). 

Pada penulisan artikel ini, kami menggunakan ponsel berbasis Android 2.2.1 Froyo.

Backup dan Restore Nomor Kontak
Sebenarnya melakukan backup nomor kontak di ponsel Android sangatlah mudah.
Ketika Anda hendak menambahkan nomor kontak baru, pilihlah opsi untuk menyimpannya ke Google. Dengan segera ponsel Anda akan melakukan sinkronisasi ke Gmail Contact Manager dan nomor kontak baru tersebut juga akan tersimpan di sana. Otomatis hal tersebut sudah merupakan backup, bukan?

Gmail Contact Manager bisa dibuka dengan membuka Gmail terlebih dahulu, lalu mengeklik tombol Mail yang berada di bawah logo Gmail. Lakukan hal ini hingga muncul sebuah menu. Pada menu tersebut, pilih Contacts.

Tetapi, lain cerita bila nomor kontak sudah terlanjur disimpan di kartu SIM, memori microSD, maupun di memori internal ponsel. Diperlukan trik khusus untuk melakukan backup.

Langkah awal untuk melakukan backup kontak adalah dengan mengekspornya ke microSD terlebih dahulu. Caranya adalah sebagai berikut:
1. Buka daftar kontak di ponsel Android.
2. Ketuk menu dan pilih Import/Export.
3. Pilih Export to SD Card.

Sampai di sini, Anda mendapatkan sebuah file bernama 00001.vcf. File tersebut adalah daftar kontak yang dikumpulkan menjadi satu. File tersebut bisa Anda salin ke tempat lain, misalnya ke harddisk di komputer. 

Bila karena suatu hal daftar kontak yang ada di ponsel Android mengalami masalah, Anda bisa mengimpor kembali file 00001.vcf tersebut ke Android Anda.

Jadi salin kembali file 00001.vcf tersebut ke SD Card di ponsel Android Anda, lalu lakukan kembali tiga langkah yang sudah ditulis di atas. Tentunya langkah terakhir bukan Export to SD Card, melainkan Import from SD Card.

Ponsel Android Anda kemudian akan mengekstrak informasi kontak yang ada di file 00001.vcf tersebut dan Anda bisa memilih apakah hasil impor akan disimpan di memori internal ponsel atau langsung ke Google.

File berformat VCF juga bisa langsung diimpor ke Gmail Contacts tanpa melalui perantaraan ponsel. Caranya adalah sebagai berikut:
1. Buka Gmail Contacts.
2. Klik Import Contacts yang terdapat di kolom sebelah kiri, bagian bawah.
3. Klik tombol Choose File dan pilih file CSV yang akan diimpor.
4. Klik tombol Import.

Cara ini bermanfaat untuk menyalin kontak dari ponsel non-Android ke Gmail Contacts dan sinkronisasi ke ponsel Android dapat dilakukan belakangan.

Bagaimana sekarang bila file backup tersebut hendak disalin ke ponsel non-Android? Anda bisa memanfaatkan peranti Google Sync

Lakukan instalasi Google Sync ke ponsel non-Android tersebut. Ponsel yang didukung adalah BlackBerry, iPhone, dan Nokia. Informasi mengenai apa itu Google Sync dan bagaimana cara instalasi ke ponsel non-Android bisa dilihat di http://www.google.com/mobile/sync/.

Setelah Google Sync ter-install di ponsel non-Android, sekarang informasi kontak di ponsel-ponsel tersebut bisa disinkronisasi dengan Gmail Contact Manager. 

Jadi, sekarang setiap menyimpan kontak baru atau memutakhirkan informasi kontak di ponsel Android (sepanjang langsung disimpan di Gmail Contacts), otomatis kontak di ponsel lain juga terbahari. Demikian pula sebaliknya.
Bila Google Sync tidak dapat di-install pada ponsel Anda, ada cara alternatif yang bisa dilakukan, yaitu menggunakan Microsoft Outlook sebagai jembatan. Jadi Anda bisa meng-install Google Apps Sync di Microsoft Outlook dan melakukan sinkronisasi kontak ke Google. Kontak yang ada di Microsoft Outlook kemudian bisa disinkronisasi ke ponsel lain.
Mengapa Microsoft Outlook yang dipilih? Karena cukup banyak ponsel memiliki peranti yang dapat melakukan sinkronisasi dengan Microsoft Outlook. Google Apps Sync for Microsoft Outlook bisa diunduh di https://tools.google.com/dlpage/gappssync. Peranti lunak ini kompatibel dengan Microsoft Outlook 2003 hingga 2010 dan dapat berjalan di atas sistem operasi Windows XP hingga Windows 7.
Setelah instalasi Google Apps Sync for Microsoft Outlook berhasil, Anda akan diminta untuk login ke layanan Google dengan akun yang Anda miliki.
Hanya saja cara ini mensyaratkan Anda untuk terdaftar di layanan Google Apps for Business (http://www.google.com/apps/intl/en/business/index.html) yang tidak termasuk ke dalam layanan gratis Google, jadi Anda harus membayar sejumlah biaya tertentu untuk dapat menggunakannya.

Backup dan Restore SMS
Meski sekarang ini muncul berbagai macam teknologi pesan singkat yang canggih seperti BlackBerry Messenger dan Whatsapp, namun SMS tidak serta merta tergusur. 

Pada kenyataannya masih tetap banyak pengguna ponsel yang memanfaatkan layanan SMS. Salah satu kelebihan SMS adalah tidak tergantung pada platform ponsel. Mau menggunakan merek apa pun, pasti bisa saling ber-SMS.

Seperti halnya kontak, SMS juga perlu di-backup. Apalagi jauh lebih sulit mendapatkan salinan suatu SMS bila hilang. Ini berbeda dengan misalnya kehilangan nomor kontak rekan Anda. Jika nomor kontak hilang, Anda bisa meminta kembali informasi ini ke rekan Anda via media lain seperti e-mail, Twitter, atau Facebook.

Untuk melakukan backup SMS, ada beberapa aplikasi Android yang bisa Anda manfaatkan. Salah satunya adalah SMS Backup & Restore (http://android.riteshsahu.com/apps/sms-backup-restore). 

Anda bisa mencari aplikasi tersebut melalui Android Market atau mengunduhnya langsung dengan memindai QR Code yang terdapat pada situs di atas.

SMS Backup & Restore akan menyimpan SMS dalam format XML.
Antarmuka aplikasi ini memiliki 7 buah tombol, yaitu:
1. Backup: melakukan backup terhadap SMS. Peranti ini kemudian akan menanyakan nama file backup sebelum menyimpannya. Folder tempat penyimpanan adalah di /sdcard/SMSBackupRestore.
2. Restore: memilih file backup yang akan di-restore, lalu membuat SMS baru berdasarkan entri yang ditemukan di file backup tersebut.
3. View: melihat isi SMS yang di-backup.
4. Search: mencari suatu SMS berdasarkan kata kunci tertentu.
5. Delete Backups: menghapus file backup. Anda diminta untuk menentukan terlebih dahulu file mana yang akan dihapus.
6. Delete Messages: menghapus semua SMS yang ada di ponsel. Ini bermanfaat bila Anda hendak me-restore file backup.
7. Donate: bila Anda menyukai aplikasi ini, pengembang memohon kerelaan Anda untuk menyumbang demi kelangsungan pengembangannya. Sumbangan dilakukan melalui PayPal.

Proses backup dapat dilakukan dengan penjadwalan. Jadi Anda dapat menentukan kapan proses backup akan dilakukan dan diulang setiap rentang waktu tertentu. Anda juga dapat menentukan apakah backup dilakukan dengan menimpa file backup yang lama atau membuat file baru.

Untuk menjamin keamanan, peranti SMS Backup & Restore ini diperlengkapi dengan password. Backup juga dapat dilakukan terhadap percakapan tertentu saja dan dapat diberi imbuhan tanggal dengan format tertentu. 

Peranti SMS Backup & Restore ini menyimpan hasil backup ke SD Card. Bagi orang tertentu hal tersebut mungkin dianggap masih kurang aman. Bagi Anda yang ingin lebih, ada peranti backup lain yang dapat digunakan, yaitu SMS Backup (http://www.appbrain.com/app/sms-backup/tv.studer.smssync).

SMS Backup akan melakukan backup SMS langsung ke Gmail dalam bentuk e-mail. Untuk dapat menggunakan peranti ini, feature IMAP di Gmail harus aktif. Besar kemungkinan feature ini sudah aktif saat Anda menggunakan Gmail, namun untuk memastikannya, lakukan langkah-langkah berikut:
1. Buka Gmail Anda.
2. Klik tombol bergambar roda gigi yang terdapat di sudut kanan atas.
3. Pilih menu Mail Settings.
4. Masuk ke halaman Forwarding and POP/IMAP.
5. Aktifkan opsi Enable IMAP.

Setelah SMS Backup ter-install, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengisi username dan password ke akun Gmail. Setelah itu, tentukan apakah backup akan dilakukan secara otomatis atau tidak. Jika sudah, ketuk tombol Backup now.
SMS akan di-backup langsung ke Gmail dalam bentuk e-mail dan diberi label SMS. SMS tersusun dalam bentuk percakapan (conversation) layaknya e-mail. Kelemahan penggunaan SMS Backup adalah tidak dapat di-restore kembali ke ponsel.

Backup dan Restore Aplikasi
Ternyata bukan hanya data saja yang perlu di-backup, namun aplikasi juga. Ada beberapa alasan yang bisa dikemukakan mengapa backup aplikasi perlu dilakukan.

Yang pertama, Anda menyukai sebuah aplikasi dan berjalan dengan sangat baik di ponsel Android Anda, tetapi ternyata beberapa waktu kemudian pengembangnya tidak lagi mendukung aplikasi itu dan lebih parah lagi, ternyata pengembangnya bubar. Paket instalasi aplikasi tersebut kini tidak bisa lagi diperoleh di manapun.

Kedua, versi terbaru sebuah aplikasi ternyata malah memiliki kinerja yang buruk dibandingkan versi lama, padahal Anda sudah terlanjur meng-install versi lebih baru.

Mungkin cukup dua alasan tersebut untuk menunjukkan bahwa backup aplikasi ternyata juga penting. Salah satu aplikasi yang kami rekomendasikan untuk melakukan backup dan restore aplikasi adalah App Backup & Restore. Aplikasi ini bisa Anda dapatkan di Android Market.

Setelah proses instalasi selesai, App Backup & Restore akan melakukan pemindaian terhadap aplikasi yang ada di ponsel Android Anda dan membuat daftarnya. Setelah itu Anda tinggal memilih aplikasi yang hendak di-backup dan mengetuk tombol Backup Selected Apps.

Daftar aplikasi yang telah ter-backup akan ditampilkan pada tab Archive. Untuk melakukan restore, Anda tinggal membuka tab Archive tersebut, memilih aplikasi yang akan di-restore, kemudian mengetuk tombol Restore Selected Apps.

File aplikasi yang di-backup tersimpan pada folder App_Backup_Restore. Anda bisa menyalin isi file tersebut dan menyimpannya ke tempat lain, misalnya harddisk komputer. 

Kelak ketika Anda membeli ponsel Android baru, Anda bisa menggunakan file backup tadi untuk meng-install kembali berbagai aplikasi di ponsel lama ke ponsel baru tanpa harus mengunduh ulang paket instalasinya.

Salah satu kelemahan dari aplikasi ini adalah ketidakmampuannya menyimpan konfigurasi aplikasi dan data. Jadi bila Anda melakukan restore aplikasi, konfigurasi aplikasi tersebut akan kembali ke nilai default.

Jika Anda ingin melakukan backup sekaligus dengan konfigurasi dan data, Anda dapat menggunakan aplikasi bernama Titanium Backup. Aplikasi ini juga dapat diperoleh melalui Android Market. 

Namun untuk bisa menggunakan aplikasi ini, Anda harus melakukan proses root terhadap ponsel Android Anda. Penggunaan aplikasi ini tidak kami rekomendasikan kepada pemilik ponsel Android yang masih berada dalam masa garansi. Ini karena melakukan root terhadap ponsel Android berarti akan menghanguskan garansi.

Dengan menggunakan Titanium, Anda dapat memilih apakah aplikasi tersebut akan di-backup, dihapus (uninstall), atau dibekukan. Jika suatu aplikasi dibekukan, aplikasi tersebut tidak dihapus hanya saja  tidak dapat digunakan. Sudah tentu nantinya aplikasi bisa “dicairkan” kembali. Feature ini hanya dapat diterapkan pada Titanium versi berbayar.

Saat akan melakukan restore, tersedia juga pilihan apakah yang akan di-restore. Misalnya apakah hanya aplikasi saja, data saja, atau aplikasi dan datanya sekaligus. Anda juga bisa menghapus data yang ter-backup di dalam aplikasi Titanium.

Bentuk Backup Lain
Selain model backup di atas, Anda juga bisa menggunakan model backup yang sedikit berbeda.
Salah satu cara alternatif yang bisa ditawarkan adalah menggunakan layanan komputasi awan (cloud computing) seperti DropBox atau Evernote.

Dengan menggunakan DropBox atau Evernote, data-data Anda akan selalu tersinkronisasi. Jadi bila Anda sedang mengerjakan suatu dokumen, simpan saja di DropBox atau Evernote. Keuntungannya, data Anda tidak hilang bila ponsel Anda rusak atau hilang.

Data yang tersimpan di DropBox atau Evernote tersebut juga bisa selalu disinkronisasi dan bahkan diambil menggunakan peranti lain. Katakanlah Anda sedang bepergian dan baterai ponsel Anda habis, Anda bisa datang ke warnet terdekat dan bekerja dari sana. Data Anda akan tetap aman tersimpan di “awan”.

Sumber : infokomputer.com
Share

0 comments:

Post a Comment

my faforite video

 
Akumicawa © 2011 Design by Emon Tok | Sponsored by Akumicawa